Translate

Tampilkan postingan dengan label IIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IIP. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Januari 2018

Aliran Rasa Tantangan Level 7

Semua Anak Adalah Bintang. Kalimat itu pertama kali saya dengar hampir 6 tahun yang lalu dari Pak Munif Chatip. Kala itu beliau tengah mengisi materi Pelatihan Pengajar Muda angkatan IV dimana saya menjadi pesertanya.

Sejak itu, cara pandang saya tentang kecerdasan anak berubah total. Saya tak lagi membanding-bandingkan kecerdasan satu anak dengan yang lainnya. Maka, saat penugasan sebagai Pengajar Muda pun saya menerapkan ilmu tersebut. Ketika pembagian rapot, saya membagikan badge juara kepada seluruh anak yang ada di kelas saya. Ada juara matematika, juara menggambar, juara menolong teman, juara membaca buku, dst.

Kini, setelah saya mempunyai anak, saya juga mencoba tidak membandingkan anak saya dengan anak lain. Saya ingin fokus mencari "bintang" anak saya.

Karena anak saya masih bayi, saya belum berfikir banyak tentang bagaimana menemukan bintang pada diri anak saya. Setelah menerima materi ke-6 "Semua Anak Adalah Bintang", saya seolah sedang diingatkan untuk lebih giat mencari bintang anak saya. Saya terpacu untuk browsing di youtube tentang bagaimana memberikan stimulus kecerdasan bagi anak.

Saya kemudian menyusun jadwal main untuk anak saya. Permainan yang saya siapkan adalah permainan yang menstimulus kecerdasan anak.

Sepuluh hari saya amati dan catat apa saja hal menarik yang terlihat pada anak saya setelah stimulus saya berikan. Hingga hari ini pun, saya terus memberinya stimulus walaupun tidak lagi saya ikat dalam bentuk tulisan. Semoga ia tumbuh menjadi anak yang cerdas  intrapersonal dan interpersonal, menjadi anak yang bisa membuat perubahan baik untuk masyarakat serta yang terpenting ialah menjadi hamba Allah yang shalih. Aamiiin.

#Level7

Minggu, 21 Januari 2018

Tantangan Level 7: Semua Anak Adalah Bintang #10

Alif suka jalan-jalan. Setiap kali saya ajak dia jalan-jalan keliling komplek dengan strollernya di pagi hari, matanya sibuk memperhatikan pepohonan atau apapun yang menarik perhatiannya. Saat saya ajak ke taman pun begitu.

Hampir setiap akhir pekan saya mengajak jalan-jalan Alif ke tempat yang agak jauh. Kami pernah ke mall, monas dan perpustakaan nasional. Baru keluar pagar rumah saja ia sudah nampak happy. Di dalam mobil, diamatinya setiap obyek yang tertangkap oleh penglihatannya.

Setelah tiba di tempat tujuan, matanya pun masih sibuk. Saat di mall misalnya, kepalanya nyaris selalu mendongak, melihat lelampuan berwarna-warni. Lalu, saat di perpustakaan pun ia antusias melihat semua obyek yg terindra oleh matanya.

Semoga pengalaman ini membuat Alif kaya aktivitas dan gagasan.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Tantangan Level 7: Semua Anak Adalah Bintang #9

Alif tergolong bayi yang mudah bosan. Kegiatan yang saya jadwalkan padanya kadang hanya efektif untuk beberapa menit saja. Selebihnya, Alif akan menunjukkan ekspresi bosan, misalnya berteriak atau menangis jika saya tidak berganti dengan kegiatan lain.

Ketika hati, fikiran dan raga saya sepenuhnya saya hadirkan untuk Alif, ternyata muncul kreatifitas saya yang tak terduga yang menarik perhatian Alif. Seperti sore itu, saya tiba-tiba mengubah lagu "Tik Tik Bunyi Hujan" menjadi sebuah puisi. Saya bacakan puisi tersebut dengan intonasi yang sangat ekspresif. Saya bumbui dengan mimik wajah dan gerakan badan yang agak "lebai". Ternyata ini menarik perhatian Alif. Matanya berbinar. Ia tertawa terpingkal-pingkal.

Saya mengulangi puisi tersebut dan Alif pun masih tertawa. Maka hari itu saya mencatat bahwa salah satu ketertarikan Alif adalah pada sesuatu yang disampaikan secara ekspresif. Lain kali saya akan mencobanya.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Rabu, 17 Januari 2018

Tantangan Level 7: Semua Anak Adalah Bintang #8

Hari ini usia Alif 6 bulan kurang seminggu. Selama dua hari kemarin Alif demam. Walaupun sedang tidak enak badan, ternyata Alif masih ceria. Rasanya tak lelah ia menjejak-jejakkan kaki naik turun dan memainkan bibir.

Sepertinya, demam 2 hari kemarin adalah tanda bahwa Alif sedang menyiapkan dirinya untuk tambah pintar. Beberapa orang berkata begitu. Ini terbukti bahwa sejak kemarin sore rentang konsentrasi Alif sudah sedikit lebih lama.

Seperti kemarin petang saat abinya melakukan panggilan video dengannya, Alif bisa tertawa terpingkal-pingkal cukup lama setiap kali abinya mengajaknya bercanda. Malam harinya, Alif juga tertawa cukup lama saat saya menirukan kebiasaannya memainkan bibir hingga berbunyi "brrr..brrr".

Hari ini pun, konsentrasi Alif juga tergolong lama. Tadi pagi, saat saya membacakan buku untuknya, ia nampak khusyuk melihat gambar-gambar yang ada dalam buku walaupun sesekali ingin ia gigit buku tersebut.

Sore hari saat saya pulang, saya mengajaknya bercanda. Ia pun mau tertawa cukup lama. Saat saya kembali membacakan buku, ia juga lebih fokus dari hari-hari sebelumnya.

Secara motorik kasar, Alif juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Neneknya bercerita bahwa hari ini saat Alif dinaikkan di atas stroller, ia sudah bisa duduk tanpa menyandarkan punggung. Tangan kanannya memegang pegangan depan, sedangkan tangan kiri memegang pegangan samping.

Perkembangan lainnya adalah saat saya gendong tanpa selendang pun, punggung Alif sudah terasa lebih tegak daripada hari kemarin. Lalu, saat menjejak jejakkan kaki pun, posisi berdirinya sudah lebih kuat dari sebelumnya.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Selasa, 16 Januari 2018

Tantangan Level 7: Semua Anak Adalah Bintang #7

Alif suka mendengarkan nyanyian. Sambil mengajaknya bermain, memandikan atau menyusuinya, saya kadang menyenandungkan beberapa nyanyian anak-anak padanya.

Salah satu judul lagu yang paling sering saya nyanyikan adalah lagu 1234, lagu tentang angka. Sembari bernyanyi, saya selalu peragakan jari jemari saya seperti sedang berhitung. Biasanya Alif kemudian memainkan jemari saya.

Beberapa hari belakangan ini, ketika saya tidak sedang menyanyikan lagu 1234, Alif tiba-tiba menggerakkan jemarinya seolah ia sedang berhitung. "Oooh, Dedek Alif mau berhitung sama Ummi?", tanya saya seketika. Saya lalu mengajaknya menyanyikan lagu 1234. Alif mendengarkan sambil memegangi jari-jari saya.

Selain suka mendengarkan nyanyian saya, Alif juga suka mendengarkan lagu-lagu yang ada salam boneka Hafiz-nya. Bahkan, tiga bulan belakangan ini Alif lebih sering baru bisa tertidur setelah digendong sambil saya perdengarkan padanya lagu-lagu pada boneka Hafiz. Jadi, ini semacam lagu pengantar tidur

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Senin, 15 Januari 2018

Tantangan Level 7: Semua Anak Adalah Bintang #6

Sepekan belakangan ini Alif sedang sangat suka loncat-loncat sembari saya pegangi bawah ketiaknya. Sembari meloncat, ia kadang memainkan bibirnya sampai berbunyi "brrr.. brrrr" sampai keluar percikan ludahnya.

Saya berikan kesempatan Alif melompat tidak hanya di pangkuan saya tetapi di berbagai tempat: di kasur, di lantai dan di atas karpet. Saat Alif melompat pun saya kadang memakaikan kaos kaki padanya, kadang juga tidak. Tujuan saya adalah agar dia belajar tentang permukaan kasar dan halus. Selain itu agar ia belajar tentang perbedaan suhu, yaitu lantai dingin sedangkan karpet lebih hangat.

Memegangi Alif saat melompat ternyata membuat tangan saya cukup pegal, juga tangan neneknya. Tapi kami tidak lantas melarangnya melompat. Yang saya lakukan hanya membatasinya setiap kali sesi melompat tidak lebih dari 10 menit. Tujuannya adalah agar Alif tidak over stimulus.

Dengan menfasilitasinya banyak bergerak, semoga kemampuan motorik kasar Alif berkembang baik.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Minggu, 14 Januari 2018

Tantangan Level 7: Semua Anak Adalah Bintang #5

Hari ini adalah pertama kalinya Alif saya ajak ke Masjid Istiqlal untuk mengikuti kajian. Kali ini ustadnya adalah KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Pembicara tamunya adalah Ippho Santoso dan Anies Baswedan (Gubernur DKI).

Turun dari mobil, Alif nampak bingung melihat orang yang begitu banyak. Wajahnya tolah-toleh kanan-kiri sepanjang perjalanan dari pintu masuk hingga ruang utama masjid. Mata Alif beredar cepat menjangkau ribuan orang yang duduk mendengarkan pengajian.

Duduk sebentar, Alif minta berdiri di pangkuan saya. Matanya mengarah ke langit-langit masjid yang tinggi. Bergantian ia sapukan pandangan pada lampu dan jajaran tiang masjid. Alif nampak excited.

Setelah 15 menit, Alif sepertinya kegerahan. Neneknya langsung menggendongnya keluar kerumunan untuk mencari udara segar. Alif dibawa ke selasar masjid sambil melihat-lihat bedug dan kaligrafi.

Alif lalu dibawa kembali ke ruang utama masjid oleh neneknya. Hap, Alif kembali mendarat di pangkuan saya. Beberapa saat kemudian, seorang gadis cilik menyapa Alif, "Halloo dedek!," sambil dia cubit pipi Alif yang gembul. Kami lalu mengobrol sehingga taulah kami nama dan umur di kakak kecil ini. Annisa namanya, berumur 4 tahun. Annisa kemudian mengajak Alif bermain cilukba.

Melihat Alif yang begitu antusias sepertinya saya perlu sering-sering mengajaknya mengikuti kajian di masjid. Semoga pengalaman ini terekam baik dalam memori Alif sehingga ketika besar nanti ia menjadi lelaki pemakmur masjid.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Sabtu, 13 Januari 2018

Tantangan Level 7 : Semua Anak Adalah Bintang #4

Setiap akhir pekan saya selalu mengajak Alif jalan-jalan ke taman. Selain untuk menghirup udara segar dan melihat pemandangan pepohonan hijau, tujuan jalan-jalan ini adalah agar Alif bisa berkenalan atau mengobrol dengan orang-orang baru.

Pagi ini saya mengajak Alif ke taman Suropati, taman yang berjarak kurang lebih 3 km dari tempat tinggal kami. Sesaat sebelum tiba di taman, Alif malah tertidur. Saya lalu menidurkannya di atas stroller. Alif memang begitu, hampir selalu tertidur jika diajak jalan-jalan ke taman.

Saya stretching ringan sembari menunggu Alif bangun. Setelah 20 menit tidur, Alif bangun. Alif nampak bingung. Saya menjelaskan padanya bahwa kami sudah sampai di taman.

Setelah nampak hilang rasa kantuknya, saya menggendong Alif sambil berkeliling taman. Saya ajak Alif mengobrol tentang pohon, air mancur, burung dan anak-anak kecil yang saat itu sedang bermain di taman.

Kami juga mengobrol dengan seorang batita berusia 16 bulan. Anaknya sangat aktif, berlari, melompat dan tertawa kegirangan saat tangannya menyentuh air di kolam air mancur. "Tuh dek, abangnya main air. Dedek Alif mau main air juga?" Alif ikut heboh melihat dan mendengar kecipuk air yang dimainkan teman barunya itu.

Semoga aktivitas outdoor semacam ini membuat Alif semakin kaya wawasan.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 : Semua Anak Adalah Bintang #3

Pekerjaan anak adalah bermain, begitu kata dr. Tiwi, Sp.A. Ada banyak manfaat yang didapat anak dari aktivitas bermain.

Pada sebuah tayangan yang saya lihat di youtube, dr. Luh, teman dr. Tiwi menerangkan bahwan permainan yang baik adalah yang melibatkan seluruh panca indera anak.

Setiap hari, sebisa mungkin saya mengajak Alif bermain. Karena Alif mudah bosan, dalam sehari saya harus menganti-nganti aktivitas bermain. Saya juga sering mengulang-ulanginya.

Aktivitas wajib yang saya kerjakan setiap hari bersama Alif adalah membaca buku. Karena masih bayi, saat membacakan buku pada Alif, saya perlu improvisasikan. Seperti hari ini, saya mengajak bermain cilukba dengan buku sebelum buku kami baca. Alif tertawa.

Ketika membaca buku, saya biarkan Alif memegang sendiri bukunya dan mengajarinya membuka halaman buku. Kata-kata dalam buku saya tambah dengan kalimat-kalimat saya sendiri. Sesekali, Alif mencoba menggigit buku tersebut dan saya membiarkannya. Dari aktivitas-aktivitas itu, semoga kelima panca inderanya ikut terlibat.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Kamis, 11 Januari 2018

Tantangan Level 7: Semua Anak Adalah Bintang #2

Akhir-akhir ini Alif sedang sangat suka permainan cilukba. Melihat Alif yang nampak happy saat bermain cilukba, saya dan neneknya membuat beberapa kreasi cilukba.

Saat Alif digendong neneknya misalnya, saya pura-pura sembunyi di belakang neneknya lalu secara tiba-tiba muncul di depan Alif. Berulang kali saya lalukan, Alif tertawa. Sesekali bahkan Alif terlihat mencari-cari saya saat saya sembunyi terlalu lama.

Kreasi lainnya adalah saat Alif dipangku neneknya menghadap depan, neneknya  memanggil nama Alif dari samping. "Dek, dedek Alif!" Setelah dipanggil beberapa kali, Alif akan menoleh ke arah neneknya lalu neneknya akan mengagetkannya, "Baaa...", sambil tertawa. Alif pun ikut tertawa. Di lain waktu saya lakukan kegiatan itu, Alif pun tertawa.

Kata dokter Tiwi, Sp.A, bermain dengan anak/bayi itu bisa dilakukan setiap saat sembari melakukan aktivitas sehari-hari. Hari ini saya dan nenek Alif mencoba permainan cilukba ketika mengganti baju Alif. Setelah baju Alif saya lepas, saya tutupkan baju tersebut ke wajahnya lalu saya pura-pura mencari Alif, "Dedek Alif mana ya? Alif kemudian menarik baju dari wajahnya. Saya pun berseru, "Waaaa, ini dia Dedek Alif!" Saya ulangi beberapa kali. Alif pun tertawa.

Saya senang melihat Alif tertawa dengan mata berbinar. Pontensi kekuatan Alif memang belum bisa saya petakan dengan pasti. Di tahap usianya ini, sebagaimana Pandu 45 yang disusun oleh Pak Dodik dan Ibu Septi, saya akan fokus membuatkan aktivitas agar Alif kaya akan wawasan, kegiatan dan gagasan.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Rabu, 10 Januari 2018

Tantangan Level 7: Semua Anak Adalah Bintang #1

Di usia 5.5 bulan ini, Alif sudah lebih ekspresif mengungkapkan kesukaan/ ketidaksukaannya pada sesuatu. Saat ia menyukai suatu hal, ia akan tertawa lucu sekali. Sebaliknya, jika ia tidak suka, ia akan berteriak marah bahkan sampai menangis. Lalu, jika ia sedang bosan pada suatu kegiatan, ia mulai memasukkan jari-jemarinya ke mulutnya yang mana ini berarti ia sedang menghibur diri.

Setelah membaca materi level 7 ini, saya berselancar di youtube untuk mencari materi permainan anak. Dapatlah saya materi dari Rini Hildayani, teman dokter Tiwi, Sp.A. Bu Rini adalah psikolog yang fokus pada permainan edukatif untuk bayi dan balita.

Dari materi tersebut, saya menyusun Jadwal Main untuk Alif. Di hari pertama saya menjadwalkan permainan cek badan pada Alif. Namun, saat kami memainkan permainan cek badan, ternyata Alif tidak tertawa, justru ia nampak tidak suka terhadap apa yang saya lakukan.

Lalu cepat-cepat saya mengganti permainan dengan permainan gelembung wajah. Saya gelembungkan kedua pipi saya, saya goyangkan wajah saya ke kiri dan ke kanan sambil saya keluarkan suara "hup hup." Alif tertawa. Saya ulangi berkali-kali dan Alif selalu tertawa. Saya pun senang.

Salah satu target yang ini saya capai dari permainan-permainan ini adalah agar rasa humor Alif berkembang. Dengan sering saya ajak tertawa, saya berharap Alif tumbuh menjadi anak yang humoris. Dengan begitu, Alif lebih mudah bergaul dengan orang-orang sekitarnya. Kecerdasan inter personalnya pun terasah.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Minggu, 17 Desember 2017

Aliran Rasa Level 6: Math Around Us

Dulu, ketika SMA, saya bertanya-tanya untuk apa saya susah-susah belajar integral? Apa iya, saya akan memakai perhitungan integral dalam kehidupan sehari-hari? Suatu hari, saya akhirnya berkesimpulan bahwa pelajaran matematika di sekolah banyak tidak berdaya guna bagi kehidupan saya.

Di sekolah, kami terlalu banyak belajar teori matematika yang konsep dasarnya tidak kami pahami. Mungkin ini jadi salah satu sebab mengapa banyak siswa tidak menyukai matematika. Jika suka saja tidak, bagaimana siswa bisa matematika?

Selama 2 bulan di camp Indonesia Mengajar, saya diajari cara mengajar dengan metode konstrak. Dalam metode konstrak, siswa tidak ujug-ujug diajari tentang sebuah teori. Siswa difasilitasi untuk menemukan sendiri suatu teori. Proses fasilitasi sebisa mungkin melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan siswa. Dari sini, saya merasa menemukan apa yang sebelumnya saya cari, yaitu bahwa matematika itu seharusnya banyak manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari.

Memasuki materi ke 6 di Kelas Bunda Sayang ini, saya senang sekali. Saya belajar banyak tentang bagaimana membuat anak-anak menyukai matematika dengan hal-hal sederhana sehari-hari.

#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 07 Desember 2017

Tantangan Level 6: Math Around Us #10

Sejak saya memulai tantangan ke-6 Kelas Bunda Sayang ini, saya setiap hari mengajak Alif berhitung. Beberapa hari belakangan ini Alif saya ajak memulai sesuatu dengan hitungan aba-aba 1, 2, 3.

Saat mau meletakkannya dari gendongan ke kasur, saya ayun tubuhnya dengan hitungan aba-aba 1, 2, 3. Saya ulangi aba-aba tersebut dua atau tiga kali.

Aba-aba juga saya berikan sebelum saya menggendong Alif dan sebelum saya menaikkannya ke atas stroller. Alif belum menunjukkan respon spesial dengan aba-aba ini. Sepertinya saya masih perlu mengulang-ulanginya agar Alif sampai pada "Aha!momen".

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Minggu, 03 Desember 2017

Tantangan Level 6: Math Around Us #9

Long weekend ini abinya Alif pulang ke Jakarta. Yeaayy!! Alif tentu senang. Umminya pun senang.

Bersama abinya, hari ini Alif membaca buku Halo Balita yang berjudul Aku Sayang Keluarga. Dalam posisi tengkurap, wajah Alif menatap lembar demi lembar cerita yang abinya bacakan.

Selesai membaca buku, Alif diajak abinya menghitung jumlah tokoh yang ada dalam buku tersebut. Tidak hanya sekali, tapi diulang sampai tiga kali.

Sembari makan, saya curi-curi pandang pada Alif dan abinya. Dalam hati saya menggumam doa, mudah-mudahan keluarga kami segera dikumpulkan sehingga setiap hari Alif bisa belajar dan bermain bersama abi dan umminya. Semoga. Aamiiin.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 02 Desember 2017

Tantangan Level 6: Math Around Us #8

Dua hari ini Alif nampak suka diajak berhitung. Beberapa aktivitas kami lakukan sambil berhitung. Saat ia kegerahan, saya mengipasinya sambil berhitung. Gerakan kipas saya sesuaikan dengan hitungan.

Saya sengaja mengajaknya berhitung sampai angka delapan terlebih dahulu. Saat tiba di angka delapan, saya memberi penekanan kata yang berbeda dari angka-angka sebelumnya. Ekpresipun saya buat agak lebai di angka delapan ini. Anehnya, Alif selalu tertawa saat hitungan sampai ke angka delapan.

Saat jalan-jalan sambil naik stroller, saya juga mengajaknya berhitung. Setiap setelah mencapai angka delapan, saya hentikan langkah sambil memasang ekspresi tertawa yang agak lebai. Lagi-lagi Alif tertawa. Berkali-kali kami mengulanginya.

Semoga ini adalah pertanda baik bahwa Alif sudah mulai sedikit-demi sedikit memahami konsep dasar berhitung. Aamiiin.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Rabu, 29 November 2017

Tantangan Level 6: Math Around Us #7

Kemarin, di laporan tantangan hari ke-6 saya menuliskan bahwa salah satu manfaat senam bayi bagi Alif adalah untuk membuatnya happy. Hari ini saya tertantang untuk mengajaknya senam sampai ia tertawa.

Gerakan yang saya gunakan masih sama dengan kemarin. Pola hitungannya pun sama. Bedanya, setelah hitungan sampai ke angka delapan, saya letakkan tangan Alif ke dadanya sambil menguyel-uyelnya (maaf saya tidak tahu apa Bahasa Indonesia dari uyel-uyel). Hehe.

Tak disangka, Alif tertawa kegirangan. Hitungan saya ulangi sampai ke angka delapan lalu saya menguyel-uyelnya. Alif kembali tertawa. Ketika berganti ke gerakan lain pun Alif kembali tertawa setelah hitungan ke delapan saya menguyel-uyelnya.

Saya berharap Alif benar-benar happy dengan apa yang kami lakukan ini.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Tantangan Level 6: Math Around Us #6

Hari ini saya mulai mengajarkan senam bayi pada Alif. Sebagaimana senam pada umumnya, setiap gerakan dihitung dengan pola hitungan 2x8. Saat menghitung, angka-angka saya sebutkan dengan cukup keras dan dengan tempo yang sedang. Saya gunakan juga pelafalan yang jelas dan gerakan bibir yang saya arahkan ke mata Alif.

Gerakan senam yang saya gunakan cukup sederhana. Pertama-tama saya gerakkan tangan Alif ke atas dan ke bawah. Selanjutnya, tangan saya rentangkan ke samping dan ditekuk secara bergantian. Setelah itu beralih ke gerakan kaki dengan pola hitungan yang sama.

Dengan melakukan senam ini insyaAllah banyak manfaat yang Alif dapatkan. Manfaat utama adalah menjaga stamina badannya. Selain itu, pelan-pelan Alif mulai mengenal angka dan konsep dasar berhitung. Dan mudah-mudahan, dengan senam ia menjadi lebih happy.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Selasa, 28 November 2017

Tantangan Level 6: Math Around Us #5

Di understood.org dijelaskan bahwa salah satu cara stimulus matematika bagi bayi adalah dengan cara mengajarinya untuk memprediksi urutan sebuah kejadian. "Begin to predict the sequence of events (running water means bath time)", begitu katanya.

Membaca kalimat tersebut saya manggut-manggut. Pantas mata Alif selalu dikedip-kedipkan tanda waspada tiap kali dia mendengar suara tangan saya mengambil air di bak mandi untuk saya sapukan ke wajahnya sebelum mandi. Mungkin ia paham kebiasaan saya mencipratkan air dari bak mandi untuk disapukan ke wajahnya. Oleh karenanya, dia langsung memasang wajah siaga ketika tangan saya sudah meraih air.

Agar Alif semakin pintar memprediksi urutan kejadian, hari ini saya memberinya beberapa stimulus. Tadi, sebelum neneknya sholat asar, saya katakan pada Alif, "Tu dek, Mbah Uti pakai mukena. Itu artinya mbah Uti mau sholat." Saya ulangi sekali lagi, " Mbah Uti mau apa dek?" Sebelum neneknya sholat Maghrib, saya menjelaskan hal yang sama pada Alif.

Selain itu, sejak beberapa hari yang lalu (sebelum menerima materi level 6), saya sebenarnya tanpa sadar sudah memberikan stimulus semacam ini. Setiap Alif mendengar suara air yang neneknya nyalakan untuk Alif mandi pagi, saya selalu katakan, "Mbah Uti lagi nyiapin air dek. Habis ini dedek dimandiin umi ya,"

Termyata hal-hal sederhana semacama itu bisa menstimulus kecerdasan matematika pada bayi ya!

#Tantangan10Hari
#Level6
#KulianBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAround

Minggu, 26 November 2017

Tantangan Level 6: Math Around Us #4

Alif sudah bau tangan! Begitu kata orang-orang, menyebut Alif yang sering minta digendong. Alif juga sering baru bisa tidur setelah digendong sambil diayun-ayun dan dinyanyikan lagu anak-anak.

Salah satu lagu favorit saya adalah lagu tentang berhitung. Saya lupa apa judulnya. Liriknya seperti ini:

Satu, dua, tiga, empat
Lima, enam, tujuh, delapan
Siapa rajin ke sekolah
Cari ilmu sampai dapat
Sungguh senang, amat senang
Bangun pagi-pagi sungguh senang

Karena kebetulan tantangan level 6 Kelas Bunda Sayang adalah tentang menstimulus kecerdasam matematika pada anak, hari ini saya mengulang-ulang lagu di atas pada Alif. Sambil menyanyi, saya tunjukkan jari-jari saya sesuai jumlah angka yang saya sebutkan. Begitu terus saya ulang-ulang diselingi obrolan-obrolan tentang angka. Nampaknya, Alif memperhatikan apa yang saya lakukan.

Selain menyanyi lagu tentang angka-angka, hari ini kami juga mengulang kembali kegiatan menghitung jumlah kamar di kos yang kami tempati. Satu persatu kamar kami hitung sambil saya tunjukkan tulisan angka di masing-masing pintu.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILove Math
#MathAroundUs

Sabtu, 25 November 2017

Tantangan Level 6: Math Around Us #3

Setelah mengikuti diskusi tantangan level 6 ini, saya baru tahu bahwa ada banyak cara menstimulus kecerdasan matematika pada bayi. Salah satu caranya adalah, mulai mengenalkan pemahaman tentang sebab-sebab sederhana beserta efek yang ditimbulkannya. Sebagai contoh, menggoyangkan boneka rattle bisa menimbulkan suara.

Sejak Alif berusia 2 bulan saya sudah membelikannya boneka dan kaos kaki rattle. Boneka berbentuk gajah tersebut menimbulkan 3 suara yang berbeda. Ketika badannya dipencet, dia mengeluarkan suara "ngek-ngek". Ketika telinganya diremas, suara "kresek-kresek" yang dihasilkan. Lalu, ketika badannya digoyangkan, akan berbunyi "krincing-krincing".

Mainan ini mampu mengalihkan perhatian Alif ketika ia mulai bosan. "Nih dek, pegang telinganya! Keluar bunyi kresek-kresek kan?" Lalu saya ganti dengan bunyi lainnya. Begitu seterusnya berganti-ganti.

Selain bermain boneka rattle, hari ini saya juga memakaikan kaos kaki rattle pada Alif. "Nih dek, bunyi krincing-krincing kan?" kata saya pada Alif sambil menggoyangkan kakinya. Mungkin karena bunyi yang dihasilkan kaos kaki ini tidak terlalu besar, Alif jadi kurang memperhatikan.

Ternyata, mainan sederhana semacam itu mampu menstimulus kecerdasan matematikan pada bayi. Besok insyaAllah kita lanjut ke permainan lainnya ya Dek!

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs