Translate

Minggu, 06 Desember 2015

Keajaiban Al-Quran

Hari/Tanggal : Senin, 30 November 2015
Pukul : 18.00-19.00
Tempat : Masjid Baitul Iman Bank Indonesia
Pemateri : Syeikh Ali Jaber

Syeikh Ali Jaber mengawali ceramah malam itu dengan cerita tentang seorang anak tunanetra yang sudah menghafal Al-Quran 30 Juz sejak usia 7 tahun, Jihad Al Maliki. Tidak hanya menghafal Al-Quran, Hafiz dari Jazirah Arab yang tahun ini (2015) berusia 11 tahun itu bahkan bisa hafal nomor surat, nomor ayat dan ayat-ayat yang mirip. Seorang anak tunanetra saja bisa menghafal 30 Juz, bagaimana dengan kita yang memiliki fisik yang sempurna? T_T

Untuk mengakomodasi para tunanetra Indonesia yang ingin belajar dan menghafal Quran, Syeikh Ali Jaber melalui yayasannya membuat program wakaf Quran digital (lengkap dengan terjemahan dalam Bahasa Indonesia) khusus untuk tunanetra. Direncanakan, Ramadhan tahun depan akan ada 10.000 Quran digital yang sudah diwakafkan kepada para tunanetra. Para jamaah yang malam itu hadir mengikuti pengajian di masjid Bank Indonesia bisa ikut bersedekah untuk pengadaan Quran tersebut.

Cinta Al Quran

Apakah kita benar-benar mencintai Al-Quran? Seseorang yang mencintai Al-Quran biasanya akan mempunyai ayat-ayat favorit yang ketika ia membacanya, maka itu akan menggetarkan hatinya dan menggerakkannya untuk beramal shalih. Ayat favorit Syeikh Ali Jaber adalah QS. Al Fathir: 29-30, "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Quran) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."

Ada beberapa point yang menjadi kata kunci ayat di atas.

Karunia 

Dalam ayat tersebut Allah menjanjikan akan menambah karunia-Nya bagi orang-orang yang membaca Al-Quran, melaksanakan sholat dan berinfak. Karunia Allah itu wujudnya bermacam-macam, salah satunya adalah ketenangan hati.

Ampunan 

Allah itu Maha Mengampuni dosa-dosa makhluk-Nya. Allah Maha Mengampuni dosa orang yang salah dalam membaca Al-Quran daripada orang yang tidak pernah membaca Al-Quran. Allah Maha Mengampuni orang yang suatu saat lalai tidak Sholat Subuh berjamaah di masjid daripada orang yang sengaja tidak Sholat Subuh.

Salah satu bukti lain bahwa Allah itu Maha Pengampun adalah saat kita berbuat dosa, Allah perintahkan kepada malaikat untuk tidak mencatatnya dulu. Allah memberikan kita tenggang waktu tiga hari untuk bertaubat. Jika dalam tiga hari kita tidak bertaubat, maka perbuatan dosa tersebut baru dicatat oleh malaikat.

Syakur 

Syakur berarti yang menjaminkan pahala yang banyak dengan amalan yang sedikit. Misalnya, kita diperintahkan sholat 5 waktu, pahalanya 50. Sholat Subuh berjama'ah di masjid pahalanya seperti sholat sepanjang malam. Apapun amal sholih kita, jangan khawatir, Allah akan mengingatnya.

Perdagangan yang Tidak Rugi

Jangan terlalu mencintai dunia (uang). Syeikh Ali Jaber adalah tipe orang yang tidak suka menyimpan uang banyak. Setiap ada uang lebih, beliau selalu menyedekahkannya. Sampai-sampai, hingga 39 tahun hidup, beliau belum pernah terkena kewajiban zakat mal karena hartanya belum pernah melampaui nishob.

Amalan Kita yang Allah Sukai

Selain amalan-amalan yang disebutkan dalam QS. Al-Fathir di atas, Allah sangat suka kita beristighfar. Lebih-lebih, jika istighfar itu kita lakukan sambil menangis. Istighfar itu menggugurkan dosa-dosa. Setan sangat benci jika kita beristighfar karena hasil kerja mereka dalam membisikkan perbuatan dosa pada kita, berguguran satu per satu setelah kita beristighfar.

sumber gambar : play.google.com

Tidak ada komentar: