Translate

Jumat, 24 November 2017

Tantangan Level 6: Math Around Us #2

Hari ini target belajar Alif adalah mengenal konsep ukuran besar dan kecil. Alif saya dudukkan di pangkuan saya. Tangan kirinya menggenggam tangan kiri saya. Saya memulai dengan menunjuk kedua tangannya, "ini tangan", berulang-ulang.

Lalu saya menambahkan, "Ini tangan dedek, ini tangan ummi," berulang-ulang. Saya kemudian mulai menunjukkan ukuran, "Tangan dedek kecil ya? Tangan ummi besar. Nih lihat!" Begitu seterusmya berkali-kali.

Selesai mengeksplore tangan sebagai alat peraga, saya beralih ke kaki. Metodenya sama persis dengan saat menggunakan tangan.

Melihat Alif duduk manis menyimak setiap perkataan saya dan matanya mengikuti gerakan tangan saya, saya sudah cukup puas. Untuk bayi seusia Alif, ia mungkin belum bisa mencipkatan moment "aha" yang jelas terlihat. Tapi saya yakin, apa yang kami pelajari hari ini, kelak tetap bermanfaat untuknya.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 23 November 2017

Tantangan Level 6: Math Around Us #1

Tanggal 24 November Alif tepat berusia 4 bulan. Milestone perkembangan Alif yang mulai nampak jelas terlihat adalah bisa tengkurap sendiri, mengorol agak lama dan menunjukkan preferensinya pada sesuatu.

Membaca materi dan tantangan level ini, yaitu tentang bagaimana menstimulus matematika pada anak, saya berfikir keras. Apa yang bisa saya lakukan untuk Alif? Dan apakah Alif akan mengerti dengan apa yang saya lakukan.

Pagi-pagi setelah Alif mandi dan menyusu, saya gendong dia sambil jalan-jalan keluar kamar. Saya mengajaknya untuk menghitung jumlah kamar di kos yang saat ini kami tinggal. Kebetulan setiap kamar diberi tulisan nomor kamar yang cukup besar dan terlihat oleh Alif.

"Kita hitung dari kamar Alif ya. Kamar Alif nomor 1. Lalu nomor 2 kamar Tante Ega." Saya meneruskannya sambil berjalan ke kamar yang kami tunjuk. Saya ulangi begitu sampai 3 kali hitungan. Ekor mata Alif selalu mengikuti tangan saya ketika menunjuk kamar-kamar tersebut.

Saya tidak tau apakah Alif paham dengan apa yang baru kami lakukan. Tapi saya percaya bahwa stimulus ini tersimpan dalam memori otaknya. Suatu saat nanti pasti akan ia keluarkan di saat yang tepat.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Minggu, 19 November 2017

Aliran Rasa Game Level 5

Saya tidak ingat sejak kapan saya mulai suka membaca buku. Sebagai anak desa, masa kecil saya tidak dihiasi dengan warna-warni buku bacaan laiknya anak-anak kota zaman now. Bermain di sawah, sungai, lapangan, itu keseharian saya sepulang sekolah.

Saat kelas 2 SMP, entah oleh pratanda apa, guru Bahasa Jawa menunjuk saya untuk mengikuti lomba story telling tingkat kabupaten. Tau-tau saya bliau sodori beberapa lembar naskah cerita yang harus saya hafalkan lalu saya ceritakan di acara lomba. Singkat cerita, saya mendapat Juara II.

Berbekal kemenangan itu, saat kelas 3 SMP, Guru Bahasa Indonesia menunjuk saya untuk mengikuti lomba sinopsis roman. Kala itu pilihannya (kalau saya tidak salah ingat) roman berjudul Belenggu karya Armin Pane dan Harimau-Harimau karya Muchtar Lubis. Saya yang masih belia justru memilih Roman Belenggu yang notabene ceritanya sangat dramatis. Singkat kata lagi, saya kembali menang di tingkat kabupaten.

Sejak saat itu, saya mulai suka membaca roman-roman lainnya. Semakin bertambah usia, buku-buku bacaan saya pun semakin beragam. Awalnya hanya meminjam di perpustakaan, lama-lama saya rela menyisihkan uang untuk membeli buku.

Adalah suatu kesyukuran saya dipertemukan dengan guru-guru yang telah menjadi jalan saya menyukai dunia literasi. Tabarakallah untuk Guru Bahasa Jawa saya (Bapak Jangkung Suwargono), Ibu Guru Bahasa Indonesia (mohon maaf saya lupa nama beliau) dan Bapak Aris Yunanto (Guru Sosiologi SMP yang sering meminjami saya buku-buku bergizi).

Kini, setelah saya berkeluarga dan punya anak, saya ingin sekali menghiasi masa kecil anak-anak saya dengan buku-buku cerita. Bahkan sebelum Alif, putra sulung saya lahir, saya sudah membelikannya aneka rupa buku cerita. Saat Alif masih dalam kandungan, saya sering membacakan cerita untuknya.

Adanya Game Level 5 ini, saya menjadi semakin tau banyak hal tentang dunia literasi. Saya pun semakin bersemangat untuk membacakan cerita untuk Alif. Semoga saya konsisten. Aamiiin.