Translate

Kamis, 11 September 2014

Maaf

"Rasa sesal di dalam hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari kenyataan ini?
Lelah ku mencoba tuk sembunyi
Namun senyummu tetap mengikuti"
(Kutipan lagu berjudul Denting Piano, Iwan Fals)


Begitulah personifikasi perasaan saya saat ini. Menyesal, namun tidak tahu bagaimana harus memperbaikinya. Ingin meminta maaf, tapi belum punya cukup keberanian.
Peristiwa itu memang sudah lebih dari setahun berlalu. Akan tetapi, semakin lama rasa bersalah ini kian membuncah. Terngiang-ngiang perkataan salah seorang teman pada waktu itu, "kamu akan menyesal telah mengecewakannya Dit". Awalnya saya tidak ambil pusing dengan perkataan itu. Toh saya belum pernah bertemu dengan orang itu. Tetapi, akhirnya tiba juga rasa bersalah dan penyesalan itu.

Harus bagaimana setelah ini? Ternyata saya belum punya cukup nyali untuk mengatakan "Maaf". Semoga suatu saat nanti, kata maaf itu bisa tersampaikan langsung. Semoga, Allah lekas menghapus rasa kecewanya dan kemudian mau memaafkan saya walau kata maaf belum mampu terucap dari lidah ini.

*Saya masih terlalu naif*

Tidak ada komentar: